Apakah kamu senang memotret? Merasa sudah menjadi fotografer dengan mengalungkan kamera DSLR di lehermu dan membawanya kemana-mana? Atau  kamu memotret apapun yang menarik hanya dengan kamera HP dan sudah merasa menjadi fotografer? Yah, setiap orang memang memiliki definisinya masing-masing terhadap fotografer.

Yuk, kita lihat arti fotografer dari segi bahasa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, fotografer artinya: juru foto atau tukang potret.

Sedangkan menurut thefreedictionary.com :

photographer – someone who takes photographs professionally

artistcreative person – a person whose creative work shows sensitivity and imagination
camera operatorcameramancinematographer – a photographer who operates a movie camera
paparazzo – a freelance photographer who pursues celebrities trying to take candid photographs of them to sell to newspapers or magazines
press photographer – a photographer who works for a newspaper

Wah, ternyata luas sekali ya definisi dari fotografer kalau kita lihat dari kamus Bahasa Inggris. Ternyata bukan sekedar orang yang suka memotret, namun orang yang memotret secara profesional atau dengan kata lain menjadikan fotografi sebagai profesi.

Nah, fotografer sendiri setahu saya itu ada dua jenis:

1. Fotografer biasa/umum (general photographer).

2. Fotografer special/khusus (photographer of speciality).

Apa bedanya?

Fotografer biasa/umum adalah seorang fotografer yang belum memiliki kekhususan tersendiri dan masih senang memotret apapun yang menarik baginya. Pada umumnya orang-orang yang baru mendalami fotografi masuk ke dalam kategori ini karena mereka masih mencoba-coba segala jenis foto dan masih dalam tahap eksplorasi dalam fotografi, karena memang dunia fotografi itu sangat luas. Dalam tahap ini biasanya fotografer masih melakukan berbagai eksperimen foto dan mencari jati dirinya sebagai seorang fotografer.

Sedangkan fotografer spesial/khusus adalah seorang fotografer yang telah menentukan spesialisasinya dalam dunia fotografi, spesialisasinya sendiri bisa jadi lebih dari satu jenis, tergantung pada hal apa yang dinilai oleh fotografer sebagai kelebihannya dan yang disukainya dalam memotret selama ini, apakah itu model, portrait, human interest,  pasangan,  produk atau benda mati, landscape dan berbagai jenis objek lainnya. Biasanya fotografer spesial sudah memiliki berbagai pengalaman di dunia fotografi dan sudah memiliki jam terbang yang cukup tinggi sehingga dia sudah memilih jenis foto apa yang bisa dia jadikan sebagai tempat mencari nafkahnya.

Saya sendiri menspesialisasikan diri sebagai seorang fotografer prewed atau pre-wedding dan produk (food, clothes,still life).

Kenapa saya memutuskan untuk menjadi seorang fotografer spesial? Ada tiga alasan:

1. Dengan menspesialisasikan diri, maka target pasar saya akan semakin mengerucut dan terfokus, tidak perlu meraba-raba lagi siapa yang membutuhkan jasa saya.

2. Karena saya merasa bisa menangkap momen-momen dari pasangan, entah kesan betapa mencintai atau kesan asing diantara mereka. My images won’t lie.

3. Saya senang untuk mengulik angle dari sebuah produk, entah itu makanan, baju atau benda mati lainnya (dalam pengalaman saya, seperti gelas dan danbo) dan mengambil angle terbaik untuk menangkap feel dari benda tersebut.

Saya sudah beberapa kali melakukan pemotretan prewed, termasuk kakak saya sendiri, dan hasilnya sampai saat ini belum pernah ada yang mengecewakan.🙂

Berikut beberapa hasil foto prewed saya:

my sister prewed

Dan beberapa foto produk saya:

Saya merasa cukup puas dengan hasil foto saya diatas, walaupun masih jauh dari sempurna.

Namun seiring waktu saya percaya bahwa saya akan menjadi lebih baik lagi!

Silahkan kunjungi portofolio personal saya di deviantart.com dan Facebook !😀

Menurut kamu, mana yang lebih baik? Termasuk yang manakah kamu? Fotografer biasa atau Fotografer spesial?

Apa alasannya? Share pendapat kamu disini..🙂