“The art of marketing is the art of brand building. If you are not a brand, you are a commodity.

Then price is everything and the low-cost producer is the only winner.” – Philip Kotler

Kali ini saya ingin membahas tentang brand building, kenapa?

imageDalam buku 60 Minute Brand Strategist oleh Idris Moote disebutkan:

To plan for one year, grow sales.

To plan for three years, grow channel.

To plan for decades, grow a brand. 

Sama seperti layaknya manusia, sebuah brand memiliki nama, personalitas, karakter dan reputasi.

Dan layaknya terhadap manusia, kita bisa memberikan respek, bahkan mencintai sebuah brand.

Kita bisa menganggapnya sebagai sahabat, atau hanya sekedar kenal.

Kita bisa melihatnya sebagai sesuatu yang bisa kita andalkan atau remehkan; yang berprinsip atau oportunis; yang peduli atau yang masa bodoh.

Sama seperti saat kita berada diantara orang-orang tertentu atau orang lain, begitu pula apakah kita menyukai beberapa brand dan bukan brand-brand yang lain.

Serta layaknya manusia, sebuah brand akan tumbuh matang dan merubah produknya seiring waktu. Namun karakter dan keyakinan intinya (core belief) jangan sampai berubah. Begitupula kepribadian fundamental dan pandangannya terhadap hidup.

Setiap orang memiliki karakternya masing-masing, hal itu juga berlaku untuk para brand.

Karakter seseorang mengalir dari integritasnya: kemampuan untuk  menghasilkan sesuatu di bawah tekanan, kemauan untuk melakukan hal yang benar daripada yang bijaksana.

Kita menilai karakter seseorang dari kinerja masa lalunya dan bagaimana dia berpikir dan beraksi, baik dalam keadaan yang baik terutama dalam keadaan yang buruk.

Hal yang sama juga berlaku pada brand.

Sebuah brand merupakan aset tak berwujud yang berada di hati dan pikiran masyarakat.

Hal ini didefinisikan oleh harapan orang tentang manfaat tangible dan intangible yang dikembangkan dari waktu ke waktu oleh komunikasi dan, yang lebih penting lagi, dengan tindakan!
image

Untuk membangun Brand yang sukses berarti melakukan empat hal berikut:

1. Membuat Janji. (Brand Promise)

2. Mengkomunikasikan Janji tersebut.

3. Menjaga Janji.

4. Menguatkan Janji tersebut.

Aspek nyata dari brand Anda adalah Janji.

Apa yang terbaik yang dapat Anda lakukan?

Apa imbalannya?

Apa yang bisa konsumen Anda andalkan ?

Janji ini menjadi bagian intrinsik dari pesan pemasaran Anda.

Agar  Anda untuk memiliki janji ini, Anda harus berkomunikasi strategis dan kreatif di berbagai jenis Media yang luas.

Kedua pihak Anda, baik internal maupun eksternal harus menjadi pemercaya sejati dari janji tersebut.

Dan satu-satunya cara untuk membuat mereka benar-benar percaya adalah dengan menepati janji tersebut.

Hubungan berbasis kepercayaan dan memberikan nilai lebih yang disebut brand adalah bukti bahwa perusahaan secara organisasional selaras untuk mengulangi proses dan mempertahankan nilai-nilai.

Cari dan bangun niche Anda. Perjelas kemampuan Anda yang berbeda untuk membuat dampak.
Tentukan hubungan yang diinginkan antara pelanggan / calon pelanggan dan produk Anda.
Ciptakan ikatan emosional melalui setiap interaksi dengan pelanggan.
Layaknya manusia, merek memerlukan nama, kepribadian, karakter, dan reputasi.

Brand Management adalah elemen penting dari strategi perusahaan, bukan semata-mata fungsi pemasaran. Ini membantu perusahaan dalam menciptakan nilai bagi para pemegang saham. Strategi merek adalah ekspresi yang berjalan terus-menerus dari strategi bisnis.

imageBranding sering disalahartikan dengan kampanye iklan atau identitas perusahaan. Perusahaan masih beralih ke brand sebagai obat mujarab. Di tangan pemula, branding menjadi cara untuk mengaburkan kesamaan relatif atau membuat janji yang tidak dapat dipenuhi, bukannya mengkomunikasikan keunikan yang relevan dan membangun kepercayaan serta kredibilitas.

Ada tiga kunci persyaratan untuk membangun brand yang kuat:

1. Kepercayaan antara brand dan konsumen

2. Identitas umum antara brand dan konsumen

3. Titik perbedaan antara berbagai brand dalam satu set

Satu hal yang pasti dari branding adalah efeknya yang tidak bisa dilihat atau diukur langsung setelah kita melakukan brand activation, karena membuat sebuah brand yang kuat membutuh waktu yang lama dan proses yang terus menerus hingga perspektif yang kita inginkan menancap dibenak konsumen.

Yap, sekian blog post saya kali ini, selamat melakukan brand building dan brand management bagi diri, bisnis, maupun perusahaan Anda!😀