My life and the way I see it

Category Archives: Digital

September 2013.

Pada bulan ini maka  Stereo Desserts sudah menginjak ke umur 19 bulan.

Dua bulan setelah bertambahnya gelar di belakang nama saya, Muhammad Ilham, S.IP, MBA.

Lebih dari tujuh poin yang telah mengubah hidup saya di tahun 2013 ini yang akan saya rangkum dalam tulisan ini.

Luar biasa karunia yang diberikan Allah. Semoga quantum acceleration saya dapat segera terlaksana! Amin! 🙂

1. The Worldview

Saat membaca buku Seth Godin yang “All Marketers are Liars”, saya mendapatkan insight bahwa setiap orang memiliki worldview atau cara pandang mereka masing-masing yang tidak dapat dirubah karena setiap orang memiliki latar belakang budaya yang beragam serta pengalaman hidup yang berbeda. Sebagai marketers, yang harus kita lakukan adalah bukan dengan memaksakan konsumen untuk mengikuti “jalan cerita” kita, namun kita yang membuat cerita mengikuti “jalan cerita” konsumen atau dengan kata lain storytelling. Sebagai contoh, Stereo Desserts telah terbranding sebagai brand yang hipster, well as the owner I have to become hipster myself to get to know my customers, seeing the world  with their worldview.

2.The 20s

I saw a great TED video, which every 20s people needs to see this, about the importance of 20s age. It the phase that really important that we have to choose wisely about your life. Your 20s defines who will you become in your life. When you get to 30, maybe it’s too late to change your life.

Check this video: http://www.ted.com/talks/meg_jay_why_30_is_not_the_new_20.html

3.The Media

Being covered by the media maybe not always a good thing, because sometimes the media also using you for their advantage. I had my lesson when got interviewed by a tabloid, they sabotage your recipe to their advertisement because you didn’t give the real recipe, and in the end, lowering the quality of the product. But on the other side, Me & Stereo Desserts get our best coverage yet from NET12 of NET TV! 😀

4.The Competition

I became a finalist of The Marketeers’s Youth Startup Icon Bandung 2013, where I have to give my elevator pitch about Stereo Desserts for only 3 minutes. FYI, this is the definition of elevator speech from wikipedia.com:

An elevator pitchelevator speech, or elevator statement is a short summary used to quickly and simply define a person, profession, product, service, organization or event and its value proposition.[1]

I think I nailed it, even if tomorrow morning after the event, I’m having my thesis presentation. In the end I didn’t won, it’s okay. The winner is Maicih of Bob Merdeka.

But later, I got some facts from Kang Jaya Setiabudi (@JayaYEA) that he gave Stereo Desserts the biggest score among the other finalists and he said that I should be the one that won and became the representative for Bandung city. It’s a big compliment from a person like him, whom I think have become one of the entrepreneur’s icon in Indonesia right now. And somehow this saddens me, but maybe I don’t deserved to be a winner.

Last week, when I invited to became one of speakers for new students of MBA ITB at Dapur Iga, together with Kang Eka Satiadharma as Marketing/PR from The Marketeers and Kang Avip Firmansyah from HIPMI Jabar, Kang Eka told me the same thing, that I should be the winner, he even debated with his Boss all night long, because I have the biggest score among all finalists. But still, the winner is Maicih, because their distribution channels has gone national.. So in the end, it’s not about youth or start up business, it’s about networking and coverage of a brand. Kang Eka said that Bob claimed that his business was 2 years and 11 months old, but the reality it has been running more than 3 years (this competition is for business that running from 1-3 years, that why it’s called start up). Well, not my fortune for sure.

5.The Connection (Power of Giving)

Give what people need before saying what you want. It’s all about giving. Give, and then get.

6.The Graduation

Finally I graduated from MBA ITB. It’s been two years after I started to study about business and pushed my luck into practice. Shifting from a business to a business until I founded Stereo Desserts. Tiba saatnya untuk benar-benar mandiri. Keluarga menyarankan saya untuk apply pekerjaan, disamping keinginan saya untuk menjadi seorang asisten dosen yang memiliki waktu yang fleksibel, sehingga bisa sekaligus me-manage bisnis saya. Namun, demi mewujudkan visi dari Stereo Desserts, sebenarnya bekerja dan mempelajari system dari sebuah perusahaan national atau internasional yang sudah established, serta membangun network, merupakan hal yang sangat penting. I have applied to some companies with strategic positions that I believe would benefited Stereo Desserts in the future, also I have applied to become a lecturer. We’ll see where God will put me for my destiny.

7. The Internship

Hal satu ini adalah hal yang paling menantang untuk saya.  Membuka internship untuk anak kuliahan adalah salah satu implementation plan yang saya tulis dalam thesis saya. Mengapa? Karena pada akhirnya untuk mengembangkan suatu bisnis diperlukan sumber daya manusia yang kompeten, dan sebagai pemilik bisnis saya dituntut menjadi seorang leader yang baik. Well, this is a new thing for me.  Saya harus belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin. I have to delegate if I want to grow my business, and it’s not easy, but it has to be done. There’s so much I learned on how to manage people and become a leader, still long way to go, I guess. I have to learn a lot about strategic management as a business owner. In 4 days, I got 110 applicants that want to have internship in Stereo Desserts from Bandung & Jabodetabek! :O In the end they’re only 4 applicants that accepted to this 1st batch of internship. I’m blessed to have interns that are passionate, talented, hardworking and also want to learn about new things. 🙂

8. The Trip

Because of the Stereo Desserts promotion on disdus.com made me have 1881 pieces, I have to let go of my backpacking plan and my own plane tickets that me and my friend have arranged since May. The lesson was: don’t take the promotion offer when the time is not certain. 😦

9. The Events

On this September, Stereo Desserts participated on two events, Lookats Market and Locafore, also creating a photo contest. Actually this photo contest is one of my implementation plan that I wrote in my thesis. This is where the part of delegating is essential, where me and the interns  focused to concept, produce & sell products at Lookats & Locafore, and Stereo Desserts Marketing Manager, Reza, on making the concept of the photo contest and running it with the interns, on the same day. Alhamdulillah, both events went well! 😀

That’s all I wanna share, hope it will give you some insight! 🙂

Advertisements

  “The art of marketing is the art of brand building. If you are not a brand, you are a commodity.

Then price is everything and the low-cost producer is the only winner.” – Philip Kotler

Kali ini saya ingin membahas tentang brand building, kenapa?

imageDalam buku 60 Minute Brand Strategist oleh Idris Moote disebutkan:

To plan for one year, grow sales.

To plan for three years, grow channel.

To plan for decades, grow a brand. 

Sama seperti layaknya manusia, sebuah brand memiliki nama, personalitas, karakter dan reputasi.

Dan layaknya terhadap manusia, kita bisa memberikan respek, bahkan mencintai sebuah brand.

Kita bisa menganggapnya sebagai sahabat, atau hanya sekedar kenal.

Kita bisa melihatnya sebagai sesuatu yang bisa kita andalkan atau remehkan; yang berprinsip atau oportunis; yang peduli atau yang masa bodoh.

Sama seperti saat kita berada diantara orang-orang tertentu atau orang lain, begitu pula apakah kita menyukai beberapa brand dan bukan brand-brand yang lain.

Serta layaknya manusia, sebuah brand akan tumbuh matang dan merubah produknya seiring waktu. Namun karakter dan keyakinan intinya (core belief) jangan sampai berubah. Begitupula kepribadian fundamental dan pandangannya terhadap hidup.

Setiap orang memiliki karakternya masing-masing, hal itu juga berlaku untuk para brand.

Karakter seseorang mengalir dari integritasnya: kemampuan untuk  menghasilkan sesuatu di bawah tekanan, kemauan untuk melakukan hal yang benar daripada yang bijaksana.

Kita menilai karakter seseorang dari kinerja masa lalunya dan bagaimana dia berpikir dan beraksi, baik dalam keadaan yang baik terutama dalam keadaan yang buruk.

Hal yang sama juga berlaku pada brand.

Sebuah brand merupakan aset tak berwujud yang berada di hati dan pikiran masyarakat.

Hal ini didefinisikan oleh harapan orang tentang manfaat tangible dan intangible yang dikembangkan dari waktu ke waktu oleh komunikasi dan, yang lebih penting lagi, dengan tindakan!
image

Untuk membangun Brand yang sukses berarti melakukan empat hal berikut:

1. Membuat Janji. (Brand Promise)

2. Mengkomunikasikan Janji tersebut.

3. Menjaga Janji.

4. Menguatkan Janji tersebut.

Aspek nyata dari brand Anda adalah Janji.

Apa yang terbaik yang dapat Anda lakukan?

Apa imbalannya?

Apa yang bisa konsumen Anda andalkan ?

Janji ini menjadi bagian intrinsik dari pesan pemasaran Anda.

Agar  Anda untuk memiliki janji ini, Anda harus berkomunikasi strategis dan kreatif di berbagai jenis Media yang luas.

Kedua pihak Anda, baik internal maupun eksternal harus menjadi pemercaya sejati dari janji tersebut.

Dan satu-satunya cara untuk membuat mereka benar-benar percaya adalah dengan menepati janji tersebut.

Hubungan berbasis kepercayaan dan memberikan nilai lebih yang disebut brand adalah bukti bahwa perusahaan secara organisasional selaras untuk mengulangi proses dan mempertahankan nilai-nilai.

Cari dan bangun niche Anda. Perjelas kemampuan Anda yang berbeda untuk membuat dampak.
Tentukan hubungan yang diinginkan antara pelanggan / calon pelanggan dan produk Anda.
Ciptakan ikatan emosional melalui setiap interaksi dengan pelanggan.
Layaknya manusia, merek memerlukan nama, kepribadian, karakter, dan reputasi.

Brand Management adalah elemen penting dari strategi perusahaan, bukan semata-mata fungsi pemasaran. Ini membantu perusahaan dalam menciptakan nilai bagi para pemegang saham. Strategi merek adalah ekspresi yang berjalan terus-menerus dari strategi bisnis.

imageBranding sering disalahartikan dengan kampanye iklan atau identitas perusahaan. Perusahaan masih beralih ke brand sebagai obat mujarab. Di tangan pemula, branding menjadi cara untuk mengaburkan kesamaan relatif atau membuat janji yang tidak dapat dipenuhi, bukannya mengkomunikasikan keunikan yang relevan dan membangun kepercayaan serta kredibilitas.

Ada tiga kunci persyaratan untuk membangun brand yang kuat:

1. Kepercayaan antara brand dan konsumen

2. Identitas umum antara brand dan konsumen

3. Titik perbedaan antara berbagai brand dalam satu set

Satu hal yang pasti dari branding adalah efeknya yang tidak bisa dilihat atau diukur langsung setelah kita melakukan brand activation, karena membuat sebuah brand yang kuat membutuh waktu yang lama dan proses yang terus menerus hingga perspektif yang kita inginkan menancap dibenak konsumen.

Yap, sekian blog post saya kali ini, selamat melakukan brand building dan brand management bagi diri, bisnis, maupun perusahaan Anda! 😀


Which one is your brand? Or what kind of brand that you want to make?

Hope it helps! Cheers! 😀


Bulan Juli ini merupakan bulan yang exciting buat saya dan Stereo Desserts.

Ada 2 hal utama yang membuatnya begitu exciting:

1. Stereo Desserts diliput oleh Majalah Sedap untuk rubrik “What’s New?”.

2. Asty Ananta (artis) mendadak menfollow akun twitter @Stereo_Desserts. (yang berlanjut ke liputan di acara stasiun TV swasta)

Dua hal ini adalah sesuatu hal yang tak disangka-sangka dan sangat mengejutkan bagi saya.

Namun ternyata kedua hal ini mungkin terjadi karena satu hal, yaitu akun twitter @ceritaperut dengan blognya di ceritaperut.blogspot.com !

Untuk poin pertama, partner saya tiba-tiba ditelpon salah seorang wartawan yang dipanggil Mas Obet, bahwa dia tertarik untuk meliput Stereo Desserts karena merupakan kuliner yang baru bagi dia. Selidik punya selidik ternyata beliau adalah wartwan dari majalah Sedap, yang merupakan bagian dari Kompas Group. Setelah ditanya darimana beliau tahu tentang Stereo Desserts adalah dari artikel di blog cerita perut, yang kemudian mencari akun twitter Stereo Desserts dan menelpon no. telpon yang ada di profil Stereo Desserts. Wow! Luar biasa ternyata impact yan diberikan oleh blog ceritaperut! 😀

Namun impactnya ternyata tidak berhenti sampai disitu saja.

Mari kita flashback kembali bagaimana awalnya Stereo Desserts bisa direview di ceritaperut:

Jadi saat sedang ada seminar dari creansionbrand di salah satu kelas MBA CCE, saya memberikan  dua produk Stereo Desserts kepada pembicara, Rex Marindo dan asistennya, Sari Sutedja. Mereka lalu mengatakan bahwa akan memberikan review produk di blog milik creasionbraind, yaitu blog ceritaperut.

Setelah kurang lebih 2-3 minggu saya menunggu publikasi yang tak kunjung datang, akhirnya saya memutuskan untuk mengontak cerita perut lewat twitter yang berlanjut ke email. Akhirnya kita sepakat untuk mengadakan kuis yang akan diselengarakan akun @ceritaperut kepada para followers nya untuk menambah eksposure Stereo Desserts dan menjadikan produknya sebagai hadiah.

Setelah dilakukan publikasi di tengah bulan Juni dan memasuki masa kuis di bulan Juli, pada tanggal 11 Juli tiba-tiba saja ada yang menfollow akun Stereo Desserts dengan nama @asty_ananta namun avatar nya hanya berbentuk telur. Didorong rasa penasaran akhirnya saya mencoba mengecek profilnya, dan ternyata followersnya lebih 197 ribu! It’s the real one! 😀

Akhirnya saya memberanikan diri men-engage Asty Ananta dengan menanyakan apakah dia sudah pernah mencoba Stereo Desserts. Dia bilang belum pernah dan menanyakan apakah produk saya ada di Jakarta, lalu dia menulis bahwa dia mengetahui tentang Stereo Desserts dari @ceritaperut.

Ini adalah bukti nyata bahwa campaign di social media dapat menjaring siapa saja, termasuk artis ibukota.

Untuk poin kedua ini akan saya lanjutkan di part-2, bagian dimana akhirnya Asty Ananta datang ke Bandung dan meliput Stereo Desserts! 😀

Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya! 🙂


Alhamdulillah on this month Me and Stereo Desserts got three exposures on media:

First one come from kompas.com !

The second one came from Ngadu Ide event, on a video:

 

And the last but not least, came from ceritaperut’s blog about Stereo Desserts.

Wisata Kuliner : Nemu dessert unik dan enak!!! namanya Stereo Dessert! Yumzz 😉

 

Me and Stereo Desserts must continue to develop and get quantum leap on this year! 😀

Amin ya Allah..


Here’s how much data we generate every minute in internet:

  • Email users send more than 204 million messages;
  • Mobile Web receives 217 new users;
  • Google receives over 2 million search queries;
  • YouTube users upload 48 hours of new video;
  • Facebook users share 684,000 bits of content;
  • Twitter users send more than 100,000 tweets;
  • Consumers spend $272,000 on Web shopping;
  • Apple receives around 47,000 application downloads;
  • Brands receive more than 34,000 Facebook ‘likes’;
  • Tumblr blog owners publish 27,000 new posts;
  • Instagram users share 3,600 new photos;
  • Flickr users, on the other hand, add 3,125 new photos;
  • Foursquare users perform 2,000 check-ins;
  • WordPress users publish close to 350 new blog posts.

Amazing, huh?

This data indicates that most of human nowadays can’t separate themselves from the virtual world a.k.a. internet.

IMHO, it’s impressive yet sadden me, because maybe some people thinks that being in social media make them social enough and forget to socialize with their real environments around them.